

GREENGRAPHIC DESAIN | BANDUNG
Personality Weblog / Profile/ Portfolio/ Doc/ Diary/ Info/ Edu/ Community/ Graphic Designer/ Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Komunikasi Grafis
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kekhadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya penyusunan Standar Kompetensi Bidang Keahlian Komunikasi Grafis dapat diselesaikan. Standar ini merupakan langkah awal dari implementasi paradigma baru dalam sistem pendidikan di Indonesia dengan berbasis pada standar kompetensi yang berkembang dalam industrinya.
Pendekatan berbasis kompetensi pada perkembangan industri diharapkan dapat mengantisipasi tantangan yang berkembang saat ini dimana konsep globalisasi memunculkan persaingan yang semakin ketat dengan tuntutan kualitas SDM yang memenuhi kualifikasi internasional.
Dalam penyusunan standar kompetensi ini banyak pihak yang telah dilibatkan dan disertakan, baik sebagai Project Reference Group (PRG), Stakeholders, narasumber, pakar, undangan, maupun sebagai partisipan. Ucapan terimakasih dan penghargaan kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan standar kompetensi bidang keahlian Komunikasi Grafis ini.
Akhirnya dengan kerendahan hati semoga hasil kerja seluruh tim di atas dapat memberikan manfaat bagi pengembangan SDM dalam bidang Komunikasi Grafis di masa mendatang.
Bandung, Desember 2003
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat
Institut Teknologi Bandung
ii
Berita Acara Workshop Nasional Komunikasi Grafis
Pada bulan Desember 2003 telah dilaksanakan Workshop Nasional untuk Penyusunan/Penyempurnaan Standar Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis yang diselenggarakan oleh LPPM-ITB atas kerjasama dengan DIKMENJUR.
Hasil Workshop Nasional ini merupakan pemikiran bersama seluruh peserta sebagai kesepakatan Standar Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis dan akan diajukan menjadi Standar Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis secara Nasional. Dalam
proses pelaksanaan lebih lanjut seluruh peserta mempercayakan sepenuhnya pengembangan dan penyempurnaan kepada LPPM-ITB.
Bandung, 6 Desember 2003
Tertanda
Reperesentasi Peserta Workshop Nasional
Nama TTD
1. Drs. Priyanto S.
Team Leader Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis
2. Drs. S. Prinka
Perwakilan Asosiasi Desain Grafis Indonesia
3. Danton Sihombing, MA
Perwakilan Pusat Desain Nasional
4. Gunadi Hadikusuma
Perwakilan Industri
5. Sari Wulandari, S.Sn.
Perwakilan Industri
6. M. Arief Budiman, S.Sn.
Perwakilan Industri
7. Drs. Indra Gunadharma
Perwakilan Industri
8. Drs. Andi Yudha
Perwakilan Industri
9. Drs. Alfonzo RK, M.Sn.
Perwakilan Pendidikan
10.Drs. Deden Maulana A
Perwakilan Pendidikan
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………… /i
Lembar Pengesahan……………………………………………………… /ii
Daftar Isi ………………………………………………………………… /iii
Daftar Anggota Tim Pengembang
Standar Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis ……………………….. /vii
Daftar Project Reference Group (PRG)
Bidang Komunikasi Grafis ……………………………………………… /ix
Daftar Responden …………………………………….…………………. /xii
Daftar Istilah ……………………………………………………………. /xiv
BAB.1
PENDAHULUAN /hal.1
1.1. Tujuan /hal. 2
1.2. Sasaran /hal. 2
1.3. Ruang Lingkup /hal. 2
1.4. Hasil Pekerjaan (Deliverables) /hal. 3
BAB.2
STANDAR KOMPETENSI /hal. 4
2.1. Pengertian /hal. 4
2.2 Bentuk Standar /hal. 4
2.3. Kompetensi Kunci /hal. 5
2.4. Jenjang/Level Kompetensi /hal. 5
2.5. Kedudukan Standar Kompetensi dalam
Kerangka Sistem Pengembangan SDM /hal. 6
2.6. Pengembangan Standar /hal. 7
2.7. Model Pendekatan Pengembangan Standar /hal. 7
2.8. Teori Dasar-dasar Psikologi yang Dipergunakan
dalam Pengembangan Standar /hal. 8
iv
BAB.3
BIDANG KOMUNIKASI GRAFIS /hal. 10
3.1. Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual /hal. 10
3.2. Pengertiam dan Lingkup Komunikasi Grafis /hal. 11
3.2.1. Desain Grafis /hal. 13
3.2.2. Ilustrasi /hal. 13
3.2.3. Fotografi /hal. 13
3.3. Prakondisi Keja /hal. 14
3.3.1. Sikap Kerja (Attitude) /hal. 14
3.3.2. Pengetahuan, Ketrampilan, Kepekaan
(Skill & Knowledge& Sensibility) /hal. 14
3.3.3. Kreativitas (Creativity) /hal. 15
3.4. Batasan Lingkup Penyusunan /hal. 15
3.5. Profil Kebutuhan SDM Komunikasi Grafis Indonesia /hal. 17
BAB. 4
KOMPETENSI BIDANG KOMUNIKASI GRAFIS /hal. 19
4.1. Format Standar Kompetensi /hal. 19
4.2. Kompetensi Kunci dan Leveling /hal. 21
4.3. Sub Bidang dan Konsentrasi Komunikasi Grafis /hal. 22
4.3.1. Proses Persiapan/ Pra Produksi /hal. 22
4.3.2. Proses Pelaksanaan/Produksi /hal. 23
4.3.3. Proses Akhir/Finishing/Pasca Produksi /hal. 23
4.4. Sistem Penomoran Standar Kompetensi
Bidang Komunikasi Grafis /hal. 23
4.5. Daftar Unit Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis /hal 26
4.6. Unit-Unit Kompetensi Bidang Komunikasi Grafis /hal. 28
4.6.1. Unit Kompetensi Sub Bidang Desain Grafis /hal. 28
4.6.2. Unit Kompetensi Sub Bidang Ilustrasi /hal. 29
4.6.3. Unit Kompetensi Sub Bidang Fotografi /hal. 29
v
4.7. Level Kualifikasi Kompetensi, Level Jabatan dan
Rekomendasi Level Kualifikasi untuk Tingkat
SMK Bidang Komunikasi Grafis /hal. 30
A. Lampiran Dokumen Standar Unit Kompetensi
Sub Bidang Desain Grafis /A-1
B. Lampiran Dokumen Standar Unit Kompetensi
Sub Bidang Ilustrasi /B-1
C. Lampiran Dokumen Standar Unit Kompetensi
Sub Bidang Fotografi /C-1
D. Lampiran Level Kualifikasi Pekerjaan
Sub Bidang Desain Grafis, Ilustrasi, dan Fotografi /D-1
E. Lampiran Level Kualifikasi Jabatan
Sub Bidang Desain Grafis, Ilustrasi, dan Fotografi /E-1
F. Lampiran Rekomendasi Level Kualifikasi untuk
Tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Sub Bidang Desain Grafis, Ilustrasi, dan Fotografi /F-1
BAB. 5
PEDOMAN UMUM PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI /hal. 34
5.1. Umum /hal. 34
5.2. Gambaran Umum Sistem Pengujian /hal. 36
5.2.1. Prinsip Dasar Pengujian Kompetensi /hal. 36
5.2.1.1. Prinsip-prinsip Pengujian /hal. 36
5.2.1.2. Metode Pengujian /hal. 37
5.2.1.3. Bahan Acuan untuk Pengujian /hal. 38
5.2.1.4. Kualifikasi Penguji /hal. 38
5.2.1.5. Panduan Penyelenggaraan Pengujian /hal. 39
5.2.2. Tata Cara Penilaian /hal. 42
5.2.2.1. Metoda Penilaian /hal. 42
5.2.2.2. Keterampilan Perusahaan /hal. 42
5.2.2.3. Jenis-jenis Keterampilan /hal. 43
5.2.2.4. Kriteria Prestasi /hal. 43
vi
BAB. 6
PENUTUP /hal. 44
DAFTAR PUSTAKA /hal. 45
vii
Daftar Anggota Tim Penyusun/Pengembang Standar Kompetensi
Bidang Keahlian Komunikasi Grafis
Team Leader:
Drs. Priyanto Sunarto.
Pakar desain komunikasi visual, desain grafis, ilustrasi, dan kartun. Ketua KBK
ilustrasi & seni sekuensial, staf pengajar senior Program Studi Desain Komunikasi
Visual FSRD-ITB. Anggota MPKN, ketua bidang Grafis. Sedang studi lanjut
Program Doktoral (S3) dalam bidang Desain.
Ahli Standarisasi Kompetensi:
Drs. Irfansyah.
Pakar desain komunikasi visual, rupa dasar, animasi, multimedia, dan komputer
grafis. Staf pengajar Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD-ITB.
Ahli Bidang Desain Komunikasi Visual:
1. Drs. Indarsjah Tirtawidjaja,
Pakar desain komunikasi visual, desain grafis, ilustrasi, periklanan. Staf pengajar senior Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD-ITB. Sedang studi lanjut
Program Magister (S2) dalam bidang Pendidikan.
2. Drs. Budiman,
Pakar rupa dasar, desain grafis, dan ilustrasi. Staf pengajar Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. Sedang studi lanjut Program Magister
(S2) dalam bidang Pendidikan.
3. Triyadi Guntur, S.Sn.
Pakar desain grafis, dan ilustrasi. Staf pengajar Program Studi Desain Komunikasi
Visual FSRD-ITB. Fakultas DKV. Sedang studi lanjut Program Magister (S2) dalam bidang seni.
viii
Ahli Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Seni Rupa:
Drs. Nana Sutedjo.
Pakar desain grafis, dan ilustrasi. Staf pengajar Sekolah Menengah Kejuruan Seni Rupa, Bandung.
Ahli Bidang Psikologi:
Lies N. Budiarti, S.Psi.
Pakar psikologi. Staf pengajar Program Studi Desain Komunikasi Visual FSRD –
ITB untuk mata kuliah Psikologi Persepsi, Psikologi Sosial dan Metode Penelitian.
ix
Project Reference Group (PRG) dan Stakeholders Bidang Komunikasi Grafis
Asosiasi Terkait Bidang Komunikasi Grafis:
1. Asosiasi Desain Grafis Indonesia
S. Prinka – Anggota Majelis Desain
Jln. Pegambiran 591, Jakarta 13220
Tlp / Facs (rmh); (021) 861 6589
2. Pusat Desain Nasional
Danton Sihombing, MA
Jl. Gatot Subroto 52-52 Jakarta
Tlp: 62-21-525 1729, 525 5509 ext. 2178 Fax. 62-21-5251729
Lembaga Pendidikan:
1. FSR – IKJ
Siti Turmini S.Sn. – Pembantu Dekan I, Pengajar Desain Komunikasi Visual
Jl. Cikini Raya 78, Jakarta 10330,
2. PS DKV FSRD-ITB
Drs. Alfonzo RK., M.Sn. – Ketua Kelompok Bidang Keilmuan Fotografi
Istilah mahasiswa magang pada sebuah perusahaan (freelance) barangkali tidak menjadi kendala justru sebaliknya dapat menjadi umpan balik yang sangat positif upaya mempercepat pengetahuan terapan yang bersifat bisnis lebih nyata, kecenderungan melihat kemampuan seseorang akan menjadi perhatian tersendiri bagi para pelaku industri dalam bidang produksi media. Disadari penuh sejak teknologi komputer masih belajar napak, para perancang (desainer grafis) telah teruji dengan kemampuan manual dan itu telah banyak dibuktikan dari berbagai even yang diselenggarakan baik di dalam maupun luar negeri, baik yang diselenggarakan oleh swasta maupun pemerintah, dasar kreatifitas telah tumbuh alami pada diri manusia apalagi jika ditunjang oleh pengetahuan dan materi yang sepadan.
Dengan kemampuan manual dan mekanikal telah banyak melahirkan beragam karya yang telah banyak diaplikasikan ke dan berbagai media sampai saat ini, kini dengan semaraknya berbagai kemunculan bidang teknologi komputer maka cara dan metode yang telah lama menyelami otak para perancang bukanlah sesuatu yang menjadi sulit dalam menguasai mesin tersebut. Tidak ubahnya play station yang kerap dengan tangan seusianya.
Bagaimana mengembangkan pendidikan diploma yang optimal dengan konsentrasi ilmu dan kreatifitas pada studi desain grafis dan multimedia yang tepat serta handal pakai untuk saat ini dan dikemudian hari. Salah satu yang perlu diruntut sekaligus mengekor dan mempelajari pada sistem pendidikan ini adalah kepada mereka yang telah lama menyelenggarakan program studi bidang kepariwisataan dan keteknikan, program studi tersebut boleh jadi sebagai pelopor jenjang diploma terbukti sampai saat ini serapan keahlian dalam keprofesian terus berkembang baik. Disisi lain adalah perlu dirumuskan sistem dan metode pembelajaran yang dianggap paling tepat dan update dengan berbagai eksperimentasi dan eksplor kedalam berbagai latihan.
Penyempurnaan kurikulum yang tepat dan relevansi dengan prioritas dan kebutuhan antara ilmu pengetahuan dan terapan praktika serta fasilitas pendukung untuk menyempurnakan sesuai kebutuhan dan standarisasi keprofesian dan industri.
Investasi pada pendidikan jenjang ini bukan hanya kepada fasilitas semata tetapi bagaimana perencanaan investasi kepada para pengajar yang senantiasa mampu secara bertahap dan optimal dapat menjadi nara sumber sekaligus berperan sebagai konsultan yang dianggap profesional, bukankah jenjang tersebut berlebel jenjang profesional ? ( to be countinue )
Introduction
Words and images combined in equally respectful ways will always be vital for telling stories, whether for a handful of spectators through a printed flyer or millions through a World Wide Web presentation. With new technology and practices, story telling has never been so complicated and at the same time so filled with potential for readers, viewers, and users to fully understand the context of any journalistic story.
TERJEBAK JEJERING KOMUNITAS
De Maulana Anggakarti
Aktualisasi versus Ekspresi
Fenomena pemanfaatan medium jejaring /web dengan cara bergaul ala komunitas menjadi bagian menarik sampai saat ini menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya bahwa komunitas itu dihuni kelompok usia antara 15 - 28 sampai 35 bahkan lebih sedangkan angkanya bisa mencapai diatas 2 sampai 5 juta orang. Barangkali hal tersebut menjadi medium anyar sebagai tempat aktualisasi dan ekspresi dengan cara berbagi yang tak terbatas oleh ruang dan waktu. Pernah saya mendengar percakapan seorang ibu dengan anaknya berkisar usia 13 tahun di suatu Mall di Kota Bandung. " Sebentar...sayang..., sebentar lagi kamu bisa main internet " kata Ibunya. Terlihat ibunya sedang meng-aktivasi koneksi pada sebuah outlet selular. Saya cuma bisa tersenyum...
Terlepas dari baik buruknya dampak pemanfaatan dari jejaring dengan ala komunitas. Sebetulnya pemanfaatan pada medium itu dapat dikembangkan kepada hal yang paling positif jika melihat dua kata diatas yaitu " Aktualisasi - Ekspresi " . Seseorang atau masyarakat apalagi produsen untuk merek tertentu, media menjadi kebutuhan sebagai sarana komunikasi. Rupanya media ini telah menjadi kebutuhan juga buat individu dalam hal menyampaikan ide dan gagasannya kepada orang lain. Melalui komunitas jejaring yang telah ada dan akan semakin banyak maka menjadi kesempatan bagi seseorang untuk mengkomunikasikan berbagai hal didalamnya.
Media itu dapat dijadikan suatu ajang promosi diri yang bersifat independen, bisa saja mempromosikan tentang talenta dalam bidang tertentu, bisa kemampuan dalam hal jasa maupun penciptaan suatu produk/ barang tertentu atau sekedar punya kemampuan sebagai " rumah konsultasi". Dengan cara free atau dikenakan jasa bayar hal itu sebagai bentuk tindak lanjut setelah mendapat tenggapan dari kedua belah pihak.
Bagi remaja dan dewasa seusianya medium komunitas jejaring menjadi ruang ajang aktualisasi kemampuan diri siapa kita sebenarnya, bagaimana supaya orang lain tahu dan dimana kita punya tempat saluran berekspresi tentang kemapuan itu. Dilain pihak orang lain pun mencari suatu talenta tertentu yang barangkali susah mendapatkan sumbernya. jadi sebetulnya dengan medium itu sudah mulai terbuka kunci informasi antara dua sumber yakni penyedia dan peminat. Ditengah situasi ala jejaring komunitas anggaplah "Free Media" akan menjadi ajang kompetitif ke arah yang amatir atau profesional, maka seseorang akan lebih dinamis dalam menyampaikan talentanya dalam berbagai kemampuan yang selama itu terpendam.
Dalam bentuk ekspresi bagaimana seseorang dapat memperlihatkan aktualisasi dirinya dengan cara mengungkapkan lebih berani dan bebas serta positif, dalam bahasa iklan berani tampil beda. Bentuk ekspresi dapat diterapkan menjadi ungkapan bahasa seperti halnya menggunakan bahasa visual atau verbal, seseorang akan lebih terlihat kemampuannya dari penampilan dengan cara menggunakan salah satu bahasa tersebut.
Dengan media komunitas jejaring seseorang bisa jauh lebih mandiri dalam menciptakan kesempatan hidup lebih baik, selain menciptakan bentuk sosialisasi, mengungkapkan talenta seseorang dapat juga menciptakan citra diri sebagai bentuk keprofesian. Sebuah produk dalam menggunakan media sebagai promosi akan dikenakan bayaran yang sangat mahal dan selalu dipakai karena media sangat membantu upaya mengangkat citra produk dan penjualannya. Jika media jejaring komunitas itu dapat diperlakukan seperti halnya suatu produk berpromosi dengan cara lebih "soft" berarti kesempatan untuk seseorang dalam memanfaatkan teknologi informasi itu.
Pada umumnya penyedia media jejaring telah membuat slot direktori dimana kita mau berkumpul maka disitulah peluang informasi akan mudah didapat, jika semakin banyak aktivasi atau regristrasi maka sah-sah saja jika seseorang mendapatkan kesempatan yang lebih berkembang. Dengan cara berbagi informasi dapat dijadikan kunci sebagai pintu pembuka mengawali pembicaraan, pada umunya media jejaring telah memberikan dua pilihan "ya atau tidak" maka semakin mudah bagi seseorang untuk mengembangkan tujuannya dalam berbagai hal.
Teknologi jejaring itu akan semakin mudah digunakan level sekolah dasar pun telah banyak memakai, sebagai ilustrasi dulu seseorang sulit membuat web dan "di mahalkan" jasanya, kini tinggal ketik dan aktivasi maka tersedialah tayangan display sebuah web lengkap dengan cara dan petunjuk editing nya, tentu free tapi jangan salah sangka jika anda merasa pas anda bisa bayar premium yang dapat dipergunakan secara komersial dan profesional.
Menjual Diri Sendiri
Menjual diri sendiri bukan maksud arti kata senonoh, barangkali sebutan gampangnya seperti itu bagaimana dapat membangun diri sendiri dan mengembangkannya melalui medium komunitas jejaring, siapa sebetulnya kita diantara komunitas tersebut kemudian punya kebisa atau talenta apa yang dapat dijelaskan kepada komunitas, dimana kita berada selanjutnya apa yang bisa kita lakukan untuk berbagi, apa bedanya dengan yang lainnya barangkali kita lebih spesifik dan punya nilai lebih atau unik dari yang lainnya.
Pada kalimat terakhir sudah memperlihatkan kreatifitas bagi seseorang yang mempunyai talenta yang dapat di ungkapkan dengan cara yang paling mudah, pada level remaja dan dewasa muda yang dominan banyak kreatifitasnya menjadi kesempatan yang sangat berharga dapat disalurkan sebagai bentuk promosi diri. Dapat bersaing dan membuka kesempatan ajang tukar pendapat pada bidang tertentu bahkan sangat luas. Komunikasi dan informasi ini sangat dan saling dibutuhkan bagi yang lainnya mulai dari yang biasa hingga luar biasa atau hal aneh sekalipun. Dimana informasi akan didapat, bagaimana komunikasi dapat dibina, bagaimana potensi talenta seseorang dapat berkembang dan mendapat aktualisasi pengakuan hingga mencapai tingkat profesional dan menguntungkan.
Kesempatan itu dapat diaktualisasikan dengan cara sendiri bagaimana berperan sekaligus sebagai sutradara dan hebatnya bisa berperan sebagai penjual. Dengan cara bertahap medium jejaring gaya komunitas akan membentuk kepribadian mengarah pada perilaku entrepreneur, seperti menciptakan bentuk komunikasi simpatik kepada komunitas dengan berbagai cara kemampuan yang telah disiapkan sebelumnya tentu akan mendapatkan tempat dan atau mendapat perhatian, atau mengungkapkan apa adanya sebagai bentuk low profile tetapi menyimpan potensi yang luar biasa.
Pemanfaatan sekaligus memfungsikan media jejaring komunitas tidak ubahnya seperti company profile pada sebuah perusahaan, bagaimana membuat personality profile yang dapat dipercaya keberadaannya. Orang lain menjadi butuh dan punya kepentingan untuk melakukan komunikasi bahkan transaksi, jadi personality profile itu dapat menjadi potensi media promosi untuk menyampaikan berbagai potensi produk diri. Pada kategori media jejaring lainnya seperti penyedia blog bisa jauh lebih tepat, kerena blog pada prinsipnya adalah personality web yang disediakan dengan free bagi masyarakat luas. Tinggal memilih pada posisi mana yang akan di aktivasikan manjadi keanggotaan.
Lewat media komunitas jejaring tidak terdapat diskriminasi, semua orang bisa masuk selama mengikuti tata atur berkaitan dengan norma pada umumnya. Keunikan yang paing spesifik adalah menemukan teman baru, anggaplah klien baru jika dapat diolah dengan cara dan berbagai pendekatan maka tidak menutup kemungkinan dapat menjadi peluang. Telah banyak dibuktikan dengan cara itu potensial berbagi informasi yang mengarah kepada relasi dan bisnis telah banyak terjadi. Yang paling penting perlu ditekankan adalah siapa anda sebenarnya.
Menyulap Kemudahan Menjadi Keuntungan
Produk bernafaskan teknologi informasi seperti perangkat selular dan komputer pc, laptop atau notebook dari sisi operasional aplikasi kecenderungannya akan semakin murah dan mudah dapat dilakukan oleh seseorang dan ini bisa dijadikan suatu kesempatan cara dan untuk melakukan promosi khususnya promosi aktualisasi diri sekaligus mengekspresikan potensi telenta ke arah profesional, bisa lebih bebas dan mandiri. Mengembangkan jaringan ke berbagai komunitas dan kesempatan yang dapat diraih nilai dan manfaatnya. Pada kurun waktu tertentu perubahan sikap dan cara pandang dengan mengetahui potensi medium ini dapat dijadikan sumber pemberdayaan dan pengembagan diri atau kelompok dengan berbagai potensi informasi yang terdapat didalamnya.
Mudahkanlah orang lain mengetahui potensi diri anda dan sebaliknya, kembangkan dengan cara amatir dan free atau dengan pendekatan profesional dan bayar premium, jika mendapat suatu tanggapan melebihi apa yang diharapkan mulailah kembangkan dengan cara pembentukan komunitas dan atau gandengkan dengan bentuk jajaring lainnya yang dianggap lebih prosfektif, anggaplah seperti kata transformasi yakni bagaimana melakukan pemberdayaan diri dan pengembangan kepada masyarakat.
A grant might include a 3 year plan. Such a plan might specify the desire to hire a Development Director or outline the number of volunteers and the number of supervisors your organization expects to add during the coming years.
Source : http://www.casanet.org
Dari Diskusi Film Kantata Taqwa | Bandung 2008
De Maulana Anggakarti
Sebuah film musical arahan Yacob Prakosa yang bernafaskan memperjuangkan suatu sikap dan pandangan dari kelompok masyarakat kepada sistem pemerintahan, film gaya lama yang masih punya semangat ditengah situasi banjirnya cerita-cerita remaja yang banyak diminati. Kantata Taqwa lebih pas sebagai sebuah Film Diary dengan cara dan teknik memperlihatkan kepiawaian cara editing setting dari berbagai stock shoot yang telah lama tersimpan yang dikemas dengan cara-cara gaya-gaya se jamannya.
Boleh jadi semacan independen individualistis yang mengusung sifat heroik sebagai anak bangsa yang mana berperan pada jamannnya. Jika film musikal tersebut disentuh dengan gaya dan penyetingan dengan cara-cara kekinian barangkali ceritanya akan lain. Tetapi ya itulah mereka sebagai bentuk aktualisasi kreator dalam bidang seni film yang cenderung punya cara pandang dan pikiran yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Bagaimanapun juga itulah salah satu karya anak bangsa yang sangat baik telah mampu mewujudkannya, bukan sekumpulan dokumentasi atau hasil temuan yang banyak tersimpan dibalik meja.
Salam buat komunitas film indonesia